Press release resmi dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo mengenai peringatan dini kewaspadaan cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur untuk periode 21–31 Desember 2025. (Dok.JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Juanda Sidoarjo mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur pada periode 21–31 Desember 2025. Kabupaten Ngawi berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir.
BMKG menyampaikan peringatan tersebut seiring meningkatnya intensitas musim hujan yang diperkirakan mencapai puncak menjelang akhir tahun. Kondisi ini berpotensi memicu banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta pohon tumbang, sehingga seluruh pihak perlu meningkatkan kewaspadaan sejak dini.
Menindaklanjuti imbauan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi langsung mengambil langkah antisipatif. Kepala BPBD Ngawi, Prila Yuda Putra, menyampaikan bahwa pihaknya telah menginstruksikan peningkatan kesiapsiagaan personel dan optimalisasi sumber daya kebencanaan.

BPBD Ngawi melakukan pemetaan wilayah rawan bencana, memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa dan relawan, serta memastikan kesiapan peralatan tanggap darurat. Selain itu, petugas menjalankan pemantauan cuaca secara intensif bersama instansi terkait.
“Kami sudah bergerak sejak adanya peringatan dini dari BMKG. Seluruh personel siaga 24 jam, dan kami fokus pada penyampaian informasi dini serta mitigasi berbasis masyarakat agar risiko bencana dapat ditekan,” ujar Prila Yuda Putra.
Selanjutnya, BPBD Ngawi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang berlangsung cepat. Warga diimbau menghindari aktivitas luar ruangan saat hujan lebat dan angin kencang. Selain itu, warga diminta membersihkan saluran drainase di lingkungan masing-masing serta segera melapor ke posko BPBD jika menemukan potensi bahaya.
Prila menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghadapi musim hujan. “Kesiapsiagaan membutuhkan peran aktif semua elemen, mulai dari pemerintah daerah, relawan, hingga masyarakat,” tegasnya.
Sebagai penutup, BPBD Ngawi mengingatkan masyarakat agar terus memantau informasi cuaca resmi melalui kanal BMKG dan pusat informasi BPBD, serta menyimpan nomor darurat untuk mengantisipasi kondisi darurat.(Rek)










