Warga melihat kondisi jembatan di Desa Ngrambe, Kecamatan Ngrambe, Ngawi, yang putus akibat diterjang banjir bandang setelah hujan deras mengguyur wilayah setempat. (Dok.JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) – Banjir bandang menerjang wilayah Desa Ngrambe, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, dan memutus jembatan alternatif yang menghubungkan antar desa dan kecamatan, Selasa (25/2/2026).
Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut selama kurang lebih tiga jam. Debit air meningkat drastis hingga menggerus pondasi jembatan sepanjang sekitar 10 meter dengan lebar 4 meter. Akibatnya, akses penghubung antara Desa Ngrambe dan Desa Sidorejo serta jalur alternatif menuju Kecamatan Sine terputus total.
Putusnya jembatan tersebut langsung berdampak pada aktivitas warga. Masyarakat kini harus memutar melalui jalur lain dengan tambahan jarak lebih dari dua kilometer untuk bekerja, sekolah, maupun mengangkut hasil pertanian.
Salah satu warga, Sugeng Riyanto, mengungkapkan bahwa kondisi jembatan sebelumnya sudah mengalami keretakan.
“Hujan deras terjadi kemarin. Kondisi jembatan memang sudah retak, lalu pagi tadi akhirnya ambrol. Sekarang warga harus memutar lebih dari dua kilometer untuk beraktivitas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Ngawi, Partoyo, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa banjir bandang akibat hujan deras menjadi pemicu utama ambruknya jembatan.
Petugas BPBD Ngawi segera turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan langkah mitigasi. Selain itu, BPBD berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan guna membangun jembatan darurat dari bambu agar mobilitas warga tetap berjalan.
“Kami berkoordinasi untuk membuat jembatan darurat dari bambu supaya aktivitas masyarakat tetap bisa berlangsung,” jelasnya.
Lebih lanjut, BPBD Ngawi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan prakiraan, kondisi hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi hingga April mendatang.
Warga berharap pemerintah daerah segera merealisasikan perbaikan permanen agar akses transportasi kembali normal dan perekonomian masyarakat tidak terganggu.(And)










