Beranda / BERITA / PERISTIWA / Akhiri Ketidakpastian, Serikat BEM Se-Ngawi Resmi Deklarasi: Dimas Aradhea Jadi Korda 2026/2027

Akhiri Ketidakpastian, Serikat BEM Se-Ngawi Resmi Deklarasi: Dimas Aradhea Jadi Korda 2026/2027

Deklarasi Serikat BEM Se-Ngawi dalam Kongres ke-1 di Aula Institut Agama Islam (IAI) Ngawi. (Dok.JurnalMediaNusa)

Ngawi (JurnalMediaNusa) – Kolektif mahasiswa di Kabupaten Ngawi mengambil langkah strategis dengan mendeklarasikan Serikat BEM Se-Kabupaten Ngawi. Deklarasi tersebut berlangsung dalam Kongres I di Aula Institut Agama Islam (IAI) Ngawi, sekaligus menetapkan Dimas Aradhea Wibowo sebagai Koordinator Daerah (Korda) periode 2026/2027.

Pembentukan serikat ini menjadi respons atas dinamika internal gerakan mahasiswa sebelumnya. Seluruh elemen Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) sepakat keluar dari aliansi lama karena dinilai kehilangan arah. Selain itu, aliansi tersebut juga dianggap gagal menjalankan fungsi kepemimpinan, tidak memiliki struktur yang fungsional, serta lemah dalam administrasi dan koordinasi.

Langkah ini bermula dari pengunduran diri BEM Universitas Soerjo pada 10 Maret 2026. Selanjutnya, keputusan tersebut memicu gelombang sikap serupa dari sejumlah kampus lain di Ngawi. Para pimpinan mahasiswa kemudian menilai bahwa gerakan mahasiswa tidak boleh terus berada dalam wadah yang tidak produktif dan tidak kredibel.

Puncaknya, pada 3 April 2026, enam kampus—IAI Ngawi, Universitas Soerjo, STIT KP Paron, STAIM Kendal, STKIP Modern, dan STIT Muhammadiyah—menggelar pertemuan di Sekretariat DEMA STIT KP Paron. Dalam forum tersebut, mereka menyepakati pembentukan wadah baru sebagai langkah memutus rantai permasalahan sebelumnya.

Kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) Nomor: 001.001/MOU/SBEM-NGW/IV/2026. Melalui MoU ini, Serikat BEM Se-Kabupaten Ngawi resmi berdiri sebagai wadah tunggal yang mengedepankan kepastian hukum, tertib administrasi, serta independensi dari politik praktis.

Dimas Aradhea Wibowo sebagai Koordinator Daerah (Korda) periode 2026/2027. (Dok.JurnalMediaNusa)

Dalam Kongres I, peserta forum secara musyawarah mufakat memilih Dimas Aradhea Wibowo sebagai Korda. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut menjadi tanggung jawab besar untuk memulihkan kepercayaan terhadap gerakan mahasiswa.

“Kami keluar dari ketidakjelasan untuk membangun kejelasan. Serikat ini hadir sebagai bentuk komitmen agar mahasiswa Ngawi mampu bersikap mandiri, profesional, dan konsisten mengawal isu kerakyatan tanpa intervensi pihak mana pun,” tegasnya.

Setelah pengukuhan, pengurus serikat langsung berkomitmen menyusun Garis Besar Haluan Kerja (GBHK) secara transparan. Ke depan, serikat akan berperan sebagai pusat konsolidasi gerakan mahasiswa dengan mengedepankan pendekatan intelektual dan aksi sosial.

Sebagai informasi, Serikat BEM Se-Kabupaten Ngawi merupakan organisasi kolektif yang menghimpun BEM dan DEMA dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Ngawi. Organisasi ini lahir sebagai bentuk evaluasi menyeluruh terhadap gerakan sebelumnya, sekaligus memperkuat satu komando aksi demi kemajuan daerah dan menjaga marwah mahasiswa. (Saa)

Like and Share
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *