Doa bersama dalam tradisi pelestarian pusaka piyandel Kabupaten Ngawi. (Dok.JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) — Pemerintah Kabupaten Ngawi terus berupaya menjaga warisan sejarah dan tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman. Salah satunya melalui prosesi Slametan Plangkan Agung Piyandel Pusaka yang berlangsung di Pendopo Wedya Graha, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan para pemangku adat dan jajaran pemerintah daerah untuk menjalankan tradisi yang berkaitan dengan pelestarian pusaka serta nilai-nilai historis masyarakat Ngawi.
Prosesi memasuki tahapan utama berupa pemindahan pusaka piyandel Kabupaten Ngawi. Para pemangku adat bersama perangkat daerah terkait mengawal proses tersebut sesuai tata cara adat yang berlaku.

Tiga pusaka yang menjadi bagian dari prosesi meliputi Tombak Kyai Singkir, Tombak Songgo Langit, serta songsong atau payung pusaka. Prosesi ini menjadi bentuk penghormatan terhadap peninggalan leluhur yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat Ngawi.
Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, mengatakan pelaksanaan tradisi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, pelestarian pusaka juga menjadi upaya menjaga identitas dan nilai budaya masyarakat di tengah arus modernisasi.
“Pelestarian tradisi ini bukan sekadar merawat benda pusaka, tetapi juga menjaga nilai-nilai sejarah dan identitas kultural masyarakat Ngawi agar terus hidup di tengah kemajuan zaman,” ungkap Wabup yang akrab disapa Antok.
Selain menjadi bagian dari pelestarian budaya, Slametan Plangkan Agung juga mengandung makna ungkapan syukur sekaligus doa bersama. Masyarakat berharap tradisi tersebut membawa keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan bagi warga serta jajaran Pemerintah Kabupaten Ngawi.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Ngawi berupaya mempertahankan kearifan lokal agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Nilai sejarah, budaya, dan spiritualitas yang terkandung dalam tradisi diharapkan menjadi bagian dari identitas masyarakat Ngawi dalam menghadapi perubahan zaman.(Saa)











