Beranda / REGIONAL / Khofifah Luncurkan Pusat Riset Pesantren Jatim, Dorong Santri Jadi Produsen Pengetahuan

Khofifah Luncurkan Pusat Riset Pesantren Jatim, Dorong Santri Jadi Produsen Pengetahuan

Gubernur Khofifah menyapa para pengasuh santri penerima beasiswa Pemprov Jatim. (Dok.JurnalMediaNusa)

Surabaya (JurnalMediaNusa) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan Pusat Riset Pesantren dan Diniyah Jawa Timur sekaligus memberikan kuliah umum kepada mahasiswa dan mahasantri penerima beasiswa Pemprov Jatim 2026 di Islamic Center Surabaya, Kamis (10/9/2026).

Tahun ini, Pemprov Jatim memberikan beasiswa kepada 1.100 santri untuk jenjang S1, S2, S3, Ma’had Aly, Universitas Al-Azhar Kairo, serta program STEM di perguruan tinggi negeri.

Khofifah mengatakan, beasiswa tersebut bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pesantren.

“Mahasantri tidak cukup hanya mampu membaca kitab, tetapi juga harus mampu membaca zaman dan membaca kebutuhan umat,” ujar Khofifah.

Program beasiswa santri telah berjalan sejak 2019. Hingga 2026, Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jatim telah menyalurkan beasiswa kepada 7.796 santri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.395 penerima telah menyelesaikan pendidikan sarjana, 1.345 magister, dan 75 doktor.

Khofifah juga menyoroti besarnya ekosistem pesantren di Jawa Timur. Saat ini terdapat 7.347 pondok pesantren dengan sekitar 660.437 santri serta 41.317 ustaz dan ustazah.

Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis bukan hanya dalam pendidikan agama, tetapi juga dalam dakwah, pembentukan karakter, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan ilmu pengetahuan.

Karena itu, Pemprov Jatim menghadirkan Pusat Riset Pesantren dan Diniyah Jawa Timur untuk memperkuat posisi pesantren sebagai produsen pengetahuan, bukan sekadar objek penelitian.

Khofifah menyebut para penerima beasiswa telah menghasilkan lebih dari 40 buku dari berbagai riset. Selain itu, Pemprov Jatim menargetkan kehadiran 125 periset pesantren pada semester ini.

“Produk intelektual itu dipublikasi menjadi lebih dari 40 buku. Itu adalah hasil riset mereka. Tahun ini kami menargetkan 125 periset pesantren,” katanya.

Penerima beasiswa yang menempuh pendidikan di Mesir juga menyiapkan 30 buku hasil kajian terhadap 150 kitab berbahasa Arab.

Pusat riset tersebut nantinya menghubungkan program beasiswa, riset, repositori pengetahuan, rekomendasi kebijakan, hingga penerapan hasil penelitian. Ekosistem itu juga diperkuat melalui Riset Sanad Keilmuan (Risan Jatim), pelibatan 80 peneliti doktor, pemetaan sanad keilmuan, digitalisasi data, serta penyusunan Atlas Sanad Keilmuan Jawa Timur.

Sementara itu, Ketua LPPD Jatim Prof Abdul Halim Soebahar mengatakan, mahasiswa penerima beasiswa juga terus menghasilkan karya ilmiah. Sebanyak 170 karya ilmiah mahasiswa program S3 angkatan 2022–2025 telah dikompilasi menjadi 17 buku.

“Semua yang ada di sini merupakan karya mahasiswa yang mendapat beasiswa dari Provinsi Jatim,” kata Halim.

Khofifah berharap pusat riset tersebut mampu menjaga sekaligus mengembangkan tradisi intelektual pesantren agar semakin berkontribusi terhadap inovasi dan pembangunan Jawa Timur.

“Pesantren Kuat, Santri Hebat, Jawa Timur Bermartabat.”. (Red)

Like and Share
Tag: