Beranda / REGIONAL / Maulid Nabi, Khofifah Serukan Penguatan Akhlak dan Kerukunan di Era Digital

Maulid Nabi, Khofifah Serukan Penguatan Akhlak dan Kerukunan di Era Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam ucapan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. (Dok.JurnalMediaNusa)

Surabaya (JurnalMediaNusa) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat akhlak, merawat kerukunan, dan meneladani Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat berinteraksi di ruang digital.

Menurut Khofifah, kemajuan teknologi harus diiringi perilaku bijak agar menjadi sarana menyebarkan kebaikan, bukan memicu perpecahan. Ia mengingatkan, tantangan menjaga akhlak kini tidak hanya muncul dalam komunikasi langsung, tetapi juga melalui aktivitas di media sosial.

“Di era digital, akhlak harus berjalan beriringan dengan teknologi. Kalau dulu persoalan banyak muncul karena lisan, sekarang banyak persoalan bisa muncul karena jari-jari kita,” ujar Khofifah di Surabaya, Selasa (25/8/2026).

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip “saring sebelum sharing”. Setiap informasi yang diterima perlu diperiksa kebenaran, konteks, dan manfaatnya sebelum dibagikan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau memperuncing perbedaan.

Selain menjaga etika berkomunikasi, Khofifah mengajak generasi muda meneladani Rasulullah dalam hal kemandirian dan kewirausahaan. Teknologi, kata dia, perlu dimanfaatkan untuk menciptakan inovasi, membuka peluang usaha, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Khofifah juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang mengedepankan amanah, kepedulian, dan kemaslahatan. Perbedaan pilihan maupun pandangan, termasuk di ruang digital, tidak boleh berkembang menjadi permusuhan.

“Mari kita jaga tradisi tepo seliro, gotong royong, toleransi, dan saling menghormati. Kerukunan bukan berarti kita harus selalu memiliki pendapat yang sama. Kerukunan adalah ketika kita mampu berbeda tanpa saling membenci, saling menghormati, dan saling menjaga,” katanya.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus mendorong masyarakat memperbaiki akhlak, memperkuat persaudaraan, membangun kemandirian ekonomi, serta menjaga kerukunan di tengah perkembangan zaman.

“Mari kita jadikan teknologi sebagai jalan untuk fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan. Mari kita teladani Rasulullah, menjaga akhlak di dunia nyata maupun dunia digital, membangun kemandirian, memperkuat persaudaraan, dan merawat kerukunan,” pungkasnya.(Red)

Like and Share