Beranda / PEMERINTAHAN / 3.600 Liter MinyaKita Disalurkan ke Pasar Tradisional Ngawi, Bulog Pastikan Pasokan Rutin Tiap Pekan

3.600 Liter MinyaKita Disalurkan ke Pasar Tradisional Ngawi, Bulog Pastikan Pasokan Rutin Tiap Pekan

Petugas Bulog Madiun bersama DPPTK Ngawi memantau distribusi dan harga MinyaKita di Pasar Besar Ngawi. (Dok.JurnalMediaNusa)

Ngawi (JurnalMediaNusa) – Perum Bulog Cabang Madiun bersama Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Kabupaten Ngawi melakukan pemantauan ketersediaan minyak goreng bersubsidi MinyaKita di pasar tradisional. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan tetap aman di tengah tingginya permintaan masyarakat.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bulog menyalurkan 3.600 liter MinyaKita setiap pekan ke dua pasar tradisional di Kabupaten Ngawi, yakni Pasar Walikukun dan Pasar Besar Ngawi.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Madiun, Agung Sarianto, mengatakan distribusi dilakukan secara rutin setiap hari Selasa. Masing-masing pasar memperoleh alokasi 1.800 liter yang disalurkan kepada sekitar 8 hingga 11 pedagang.

“Permintaan MinyaKita di Ngawi cukup tinggi. Karena itu, kami rutin menyalurkan 3.600 liter setiap minggu ke Pasar Walikukun dan Pasar Besar Ngawi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan stok di pasar tetap tersedia,” ujar Agung.

Agung menjelaskan, Bulog menjual MinyaKita kepada pedagang dengan harga Rp14.500 per liter. Selanjutnya, pedagang wajib menjual kepada masyarakat sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.

“Kami berharap seluruh pedagang mematuhi ketentuan HET sehingga masyarakat dapat memperoleh MinyaKita dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Niaga DPPTK Kabupaten Ngawi, Susana, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan permintaan MinyaKita masih cukup tinggi. Karena itu, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan distribusi berjalan lancar.

“Dari hasil pemantauan di lapangan, permintaan MinyaKita memang cukup tinggi. Kami bersama Bulog melakukan pengawasan distribusi agar pasokan tetap tersedia di pasar dan masyarakat tidak kesulitan memperoleh MinyaKita,” kata Susana.

Menurutnya, distribusi rutin setiap pekan diharapkan mampu menjaga ketersediaan stok sekaligus menekan potensi kenaikan harga di tingkat pedagang.

Sebelumnya, harga MinyaKita di sejumlah daerah sempat dijual di atas HET. Melalui distribusi yang rutin disertai pengawasan, pemerintah berharap stok MinyaKita di pasar tradisional Kabupaten Ngawi tetap terjaga dan harga di tingkat konsumen sesuai ketentuan yang berlaku. (And)

Like and Share
Tag: