Beranda / KETAHANAN PANGAN / Gerakan Pangan Murah Jadi Strategi Pemkab Ngawi Kendalikan Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Gerakan Pangan Murah Jadi Strategi Pemkab Ngawi Kendalikan Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Wakil Bupati Ngawi bersama jajaran OPD membuka Gerakan Pangan Murah di Alun-alun Ngawi. (Dok.JurnalMediaNusa)

Ngawi (JurnalMediaNusa) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi terus memperkuat upaya pengendalian inflasi melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Program yang digelar secara berkala ini bertujuan menjaga stabilitas harga bahan pokok, memastikan ketersediaan pasokan, sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan agenda rutin yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai tugas dan fungsinya dalam mengendalikan harga serta distribusi komoditas pangan, khususnya kebutuhan pokok.

“Ini merupakan upaya rutin pemerintah. Ada beberapa OPD yang memang memiliki fungsi mengintervensi berbagai kebutuhan pokok, terutama sembako. Tujuannya memastikan harga tetap terkendali dan terjangkau oleh masyarakat,” ujar Dwi Rianto Jatmiko saat meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Alun-alun Ngawi, Rabu (15/7).

Poster Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemkab Ngawi untuk menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi. (Dok.JurnalMediaNusa)

Menurutnya, menjaga stabilitas harga pangan menjadi salah satu langkah efektif untuk menekan laju inflasi. Selain itu, kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan dengan baik.

“Kalau harga bisa terkendali, inflasi juga dapat ditekan. Daya beli masyarakat tetap terjaga sehingga berbagai aktivitas ekonomi, termasuk panen raya dan distribusi hasil pertanian, bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Pria yang akrab disapa Antok itu menjelaskan, intervensi harga tidak hanya dilakukan di kawasan perkotaan. Pemkab Ngawi juga memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah hingga seluruh kecamatan dengan menyesuaikan kondisi produksi setiap wilayah.

Warga memadati stan Gerakan Pangan Murah untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar. (Dok.JurnalMediaNusa)

Menurutnya, daerah yang memiliki produksi pangan terbatas akan mendapat tambahan pasokan dari wilayah lain yang memiliki surplus. Sebaliknya, komoditas yang melimpah di suatu daerah akan didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan agar pasokan tetap seimbang.

“Intinya memastikan masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Distribusi komoditas kita sesuaikan dengan potensi produksi masing-masing wilayah agar harga tetap stabil,” jelasnya.

Lebih lanjut, Antok menyebut pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dilakukan secara periodik berdasarkan hasil evaluasi inflasi yang dilaksanakan setiap pekan bersama pemerintah pusat. Evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan komoditas yang perlu mendapat intervensi.

“Setiap minggu kami mengikuti evaluasi inflasi. Dari situ akan diketahui komoditas apa saja yang perlu diintervensi agar harganya tetap terkendali,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan Gerakan Pangan Murah melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Perdagangan, Perindustrian, serta instansi terkait lainnya. Hingga kini, program tersebut telah dijadwalkan di lebih dari 20 titik yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Ngawi.

Saat ini, lanjut Antok, harga telur masih relatif stabil sehingga belum memberikan pengaruh signifikan terhadap inflasi. Namun, pemerintah terus memantau komoditas lain, seperti bawang merah, yang produksinya di Ngawi masih terbatas sehingga berpotensi memicu kenaikan harga.

“Kalau ada komoditas yang mengalami kenaikan harga atau pasokannya kurang, itulah yang kita intervensi. Tujuannya tetap sama, yaitu menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, dan memastikan masyarakat tidak terbebani,” tegasnya.

Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu strategi Pemkab Ngawi dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus memberikan akses kepada masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. Program ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668. (Adv/DKPPNgawi/Rek)

Like and Share
Tag: