Suratmi (87), jemaah calon haji tertua asal Desa Kandangan, Ngawi. (Dok.JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) – Kerja keras dan ketekunan mengantarkan Suratmi (87), warga Desa Kandangan, Kabupaten Ngawi, mewujudkan impian menunaikan ibadah haji. Ia menabung dari hasil usaha pertanian selama bertahun-tahun hingga akhirnya tercatat sebagai jemaah calon haji (JCH) tertua di Ngawi tahun 2026.
Meski usia tidak lagi muda, Suratmi tetap menunjukkan semangat tinggi menjelang keberangkatan. Ia menyiapkan berbagai kebutuhan pribadi, mulai dari pakaian hingga perlengkapan ibadah, sejak jauh hari. Selain itu, keluarga turut membantu memastikan kondisi kesehatannya tetap terjaga.
Sementara itu, Suratmi mengaku mendaftar haji bersama sang suami pada 2018. Namun, rencana berangkat bersama tidak terwujud setelah suaminya meninggal dunia lebih dulu. Kini, salah satu anaknya menggantikan posisi pendamping untuk menemaninya selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Di sisi lain, perjalanan menuju keberangkatan tidak sepenuhnya mulus. Suratmi sempat mengalami kecelakaan lalu lintas setelah tertabrak sepeda motor. Insiden tersebut berdampak pada kondisi kakinya sehingga ia tidak dapat mengikuti beberapa kali manasik haji. Meski demikian, tekadnya tidak goyah.
“Saya tetap ingin berangkat haji, meskipun kondisi sudah seperti ini,” ujar Suratmi.
Berdasarkan data Kementerian Agama Kabupaten Ngawi, Suratmi menjadi jemaah calon haji tertua tahun ini. Rencananya, seluruh JCH asal Ngawi akan diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo pada 27 April 2026.
Dengan demikian, kisah Suratmi menjadi bukti bahwa usia dan keterbatasan fisik tidak menghalangi niat ibadah. Semangat dan keteguhannya pun menjadi inspirasi, khususnya bagi masyarakat yang tengah menunggu kesempatan berangkat ke Tanah Suci.(And)










