Beranda / REGIONAL / Gubernur Khofifah Terima Dubes Jerman, Ground Breaking SRRL Ditargetkan 2027

Gubernur Khofifah Terima Dubes Jerman, Ground Breaking SRRL Ditargetkan 2027

Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat berdiskusi dengan Dubes Jerman Ralf Beste mengenai rencana ground breaking proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) Fase 1 yang ditargetkan pada tahun 2027. (Dok.JurnalMediaNusa)

Surabaya (JurnalMediaNusa) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Duta Besar Jerman untuk Indonesia, H.E. Ralf Beste, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (9/1). Pertemuan ini menegaskan penguatan kerja sama strategis Jawa Timur dan Jerman, khususnya di sektor infrastruktur, kesehatan, pendidikan, serta isu lingkungan.

Fokus utama pembahasan tertuju pada proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) Fase 1 rute Gubeng–Wonokromo–Sidoarjo. Khofifah menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Jerman dan Uni Eropa melalui KfW Development Bank. Ia memastikan proyek transportasi publik tersebut ditargetkan ground breaking pada 2027.

“Transportasi publik di kawasan Aglomerasi Surabaya membutuhkan solusi konkret. SRRL diharapkan mempermudah mobilitas, menekan biaya, dan meningkatkan produktivitas masyarakat,” ujar Khofifah.

SRRL tercantum dalam Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029 dan telah berproses sejak 2020. Pada 30 Juni 2025, Pemprov Jatim menandatangani loan agreement senilai 297 juta euro dengan KfW. Proyek ini mencakup elektrifikasi dan jalur ganda sepanjang sekitar 22 kilometer, dengan potensi mengangkut lebih dari 200 ribu penumpang per hari serta memberi manfaat bagi 1,3 juta penduduk di dua tahun awal operasional.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Duta Besar Jerman untuk Indonesia, H.E. Ralf Beste, menunjukkan dokumen simbolis kerja sama di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Dok.JurnalMediaNusa)

Selain infrastruktur, Khofifah juga menekankan kerja sama mitigasi perubahan iklim dan pemanasan global, termasuk pengelolaan sampah di TPA Supit Urang, Kota Malang. Di sektor kesehatan, ia mendorong kelanjutan kolaborasi teknologi alat kesehatan Jerman melalui program mentoring dokter spesialis, khususnya untuk memperkuat peran RSUD Dr. Soetomo Surabaya sebagai rumah sakit internasional.

Pada bidang pendidikan, Khofifah membuka peluang kerja sama pendidikan vokasi, seperti program kursus singkat bagi guru dan siswa Jawa Timur agar mampu menyerap keunggulan sistem vokasi Jerman dan menyiapkan SDM berdaya saing global.

Dubes Jerman Ralf Beste menyatakan komitmen mendukung pembangunan transportasi publik dan agenda iklim di Jawa Timur. Ia menilai Jatim sebagai daerah strategis dan game changer di Indonesia. Senada, Head of Cooperation EU Delegation Jerome Pons menegaskan komitmen Uni Eropa melalui Global Gateway untuk investasi berkelanjutan di sektor transportasi, energi, kesehatan, dan pendidikan.

Pertemuan ini dihadiri Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak serta perwakilan Uni Eropa, KfW, dan jajaran perangkat daerah Pemprov Jatim.(Red)

Like and Share
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *