Beranda / REGIONAL / Khofifah Paparkan Strategi Hadapi Dinamika Global di Jatim Talk 2026

Khofifah Paparkan Strategi Hadapi Dinamika Global di Jatim Talk 2026

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran pejabat berfoto usai menghadiri Jatim Talk 2026 yang digelar Bank Indonesia dan ISEI di Surabaya. (Dok.JurnalMediaNusa)

Surabaya (JurnalMediaNusa) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan sejumlah strategi menghadapi dinamika global saat menjadi keynote speaker dalam forum Jatim Talk yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Surabaya, Jumat (3/4/2026).

Forum bertema penguatan daya saing melalui hilirisasi dan iklim investasi berkelanjutan ini menjadi bagian dari diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Jawa Timur sekaligus rangkaian menuju East Java Economic Forum 2026.

Khofifah menegaskan, eskalasi geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah, menuntut sinergi dan langkah adaptif guna menjaga stabilitas ekonomi daerah. Ia menyebut kinerja ekonomi Jawa Timur tetap solid dengan pertumbuhan 5,33 persen (year on year) pada 2025.

“Capaian ini menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan sekaligus menangkap peluang ke depan,” ujarnya.

Selain itu, Khofifah mendorong penguatan ketahanan ekonomi melalui kolaborasi lintas sektor. Ia juga menekankan peran strategis Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara yang diperkuat lewat kerja sama perdagangan antar daerah, percepatan hilirisasi komoditas, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif.

Di sisi lain, sektor pangan menjadi perhatian utama. Jawa Timur, lanjutnya, berperan sebagai lumbung pangan nasional yang menopang pasokan domestik hingga ekspor.

“Penguatan sektor pangan harus fokus pada ketersediaan lahan, distribusi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengakui tekanan global berpotensi memengaruhi perekonomian daerah. Namun demikian, ia menilai peluang tetap terbuka melalui sumber pertumbuhan baru, penguatan investasi, serta peningkatan kualitas tenaga kerja.

Sementara itu, melalui LPP Jawa Timur, Bank Indonesia merekomendasikan sejumlah langkah strategis. Di antaranya percepatan investasi hilirisasi industri, penguatan ketahanan pangan dan agribisnis untuk pengendalian inflasi, serta pengembangan sektor pariwisata, ekonomi syariah, dan UMKM.

Kemudian, optimalisasi pendapatan daerah, percepatan digitalisasi fiskal dan sistem pembayaran, hingga peningkatan produktivitas tenaga kerja dan kesejahteraan desa.

Melalui forum ini, Khofifah berharap para pemangku kepentingan dapat menyamakan persepsi dalam merespons dinamika ekonomi global sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Jawa Timur secara berkelanjutan.(Red)

Like and Share
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *