Beranda / BERITA / PERISTIWA / Jumlah Korban Keracunan Makanan MBG Bertambah Jadi 79 Siswa, Dinkes Ngawi Turun Tangan

Jumlah Korban Keracunan Makanan MBG Bertambah Jadi 79 Siswa, Dinkes Ngawi Turun Tangan

Seorang siswa dievakuasi menggunakan kursi roda menuju ambulans saat menjalani penanganan medis di Puskesmas Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi. (Dok.JurnalMediaNusa)

Ngawi (JurnalMediaNusa) — Jumlah korban dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kedunggalar terus bertambah. Setelah sebelumnya tercatat 46 siswa dilarikan ke Puskesmas Gemarang, data terbaru menunjukkan total korban kini mencapai 79 siswa dari dua sekolah.

Tambahan korban berasal dari SDN Jenggrik 2 dan SDN Gemarang 5, yang melaporkan gejala serupa pada siswa mereka beberapa jam setelah kasus awal mencuat. Banyak siswa mulai merasakan pusing, mual, hingga muntah setelah menyantap menu yang sama.

Berikut rincian jumlah korban berdasarkan sekolah:

SDN Jenggrik 6: 11 siswa SMPN 2 Kedunggalar: 35 siswa SDN Jenggrik 2: 20 siswa SDN Gemarang 5: 7 siswa

Lonjakan ini mempertegas seriusnya kasus keracunan makanan yang kembali mengulang insiden serupa di Kabupaten Ngawi.

Sampel dari korban keracunan (muntahan, dan sisa makanan) untuk dilakukan uji lab untuk mengetahui penyebabnya. (Dok.JurnalMediaNusa)

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi, dr. Heri Nurfahrudin, memastikan tim kesehatan langsung bergerak melakukan penanganan cepat sekaligus penyelidikan menyeluruh. Ia menyebut seluruh korban sudah mendapat perawatan medis yang diperlukan.

“Kami sudah mengirim tim ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan epidemiologi. Sampel makanan dan sampel muntahan korban juga sudah kami ambil untuk diuji di laboratorium,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa penanganan darurat menjadi prioritas sambil menunggu hasil uji laboratorium.

“Gejala yang muncul mayoritas adalah mual, muntah, pusing, dan lemas. Alhamdulillah kondisi anak-anak stabil dan tidak ada korban yang mengalami gejala berat,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, Dinkes Ngawi juga melakukan penelusuran ke dapur penyedia MBG di Desa Kawu. Pemeriksaan meliputi higienitas dapur, rantai distribusi makanan, hingga proses pengolahan bahan baku.

“Kami ingin memastikan sumber masalah agar kejadian seperti ini tidak terulang. Semua prosedur sedang kami audit,” tambahnya.

Sementara di Puskesmas Gemarang, ruang perawatan tampak penuh dengan siswa dan orang tua yang mendampingi. Petugas medis menambah jumlah tenaga untuk mempercepat penanganan korban yang terus berdatangan.

Kasus ini semakin menambah daftar insiden keracunan MBG di Ngawi. Pada Oktober 2025, sebanyak 45 siswa SMKN 1 Sine juga mengalami dugaan keracunan setelah menyantap menu MBG dari penyedia berbeda.

Dinkes Ngawi menyatakan hasil uji laboratorium akan diumumkan segera setelah proses pemeriksaan selesai.(And)

Like and Share
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *