Beranda / BERITA / PERISTIWA / Angin Kencang Rusak Belasan Rumah di Ngawi, Pemkab Siapkan Bantuan dan Reboisasi

Angin Kencang Rusak Belasan Rumah di Ngawi, Pemkab Siapkan Bantuan dan Reboisasi

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko meninjau rumah warga yang rusak akibat hujan deras disertai angin kencang di Dusun Suren Jenangan, Ngawi. (Dok. JurnalMediaNusa)

Ngawi (JurnalMediaNusa) — Hujan deras disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Ngawi dan merusak belasan rumah warga. Selain merusak bangunan, cuaca ekstrem tersebut juga menyebabkan pohon tumbang di sepanjang jalur utama Ngawi Kota.

Dampak kerusakan tercatat di Dusun Suren Jenangan dan Desa Purwosari. Di Dusun Suren Jenangan, angin kencang merusak tiga rumah dalam kategori berat dan enam rumah kategori sedang.

Sementara itu, di Desa Purwosari, dua rumah mengalami kerusakan berat. Kerusakan lainnya didominasi kategori sedang dan ringan, terutama pada bagian atap atau genteng yang terlepas akibat terjangan angin.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan relawan langsung mendatangi lokasi sejak hari kejadian. Mereka membersihkan material pohon tumbang sekaligus melakukan asesmen untuk memvalidasi data kerusakan, kerugian, dan kebutuhan warga terdampak.

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menyerahkan bantuan paket sembako dari Dinas Sosial kepada warga terdampak angin kencang di Ngawi. (Dok. JurnalMediaNusa)

Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, mengatakan pemerintah daerah mendorong gotong royong untuk mempercepat pemulihan rumah dengan kerusakan ringan hingga sedang. Pemerintah desa dan masyarakat setempat diharapkan dapat membantu perbaikan agar warga segera kembali menempati rumah dengan aman.

“Negara harus hadir di tengah musibah ini. Kami pastikan Pemkab Ngawi akan mengucurkan intervensi berupa bantuan perbaikan langsung bagi rumah warga yang masuk dalam kategori rusak parah,” tegas Dwi Rianto Jatmiko.

Selain menangani dampak bencana, Pemkab Ngawi juga menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang. Pemerintah daerah berencana mengembangkan program penghijauan kembali atau reboisasi untuk mengurangi risiko kerusakan akibat cuaca ekstrem.

Rencana penanaman pohon akan menyasar area persawahan di tepi sungai serta lahan terbuka yang kehilangan vegetasi pelindung. Pemerintah daerah juga menyoroti pentingnya keberadaan vegetasi alami, termasuk rumpun bambu, untuk membantu menjaga kondisi lingkungan di sekitar permukiman.

Melalui penanganan darurat dan rencana penghijauan tersebut, Pemkab Ngawi berharap pemulihan warga berjalan lebih cepat sekaligus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana di masa mendatang.(Saa)

Like and Share
Tag: