Petugas BPBD Ngawi bersama warga saat melakukan distribusi air bersih untuk masyarakat terdampak kekeringan. (Dok.JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) — Dampak musim kemarau di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, semakin meluas. Krisis air bersih kini melanda 19 dusun yang tersebar di 15 desa dan tujuh kecamatan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi, sebanyak 715 kepala keluarga (KK) atau 1.884 jiwa terdampak kekeringan. Kondisi tersebut membuat warga mengandalkan distribusi air bersih dari pemerintah dan sejumlah pihak terkait.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi, Yudha Herlambang, mengatakan tujuh kecamatan yang terdampak meliputi Kecamatan Ngawi, Pitu, Karanganyar, Kasreman, Bringin, Karangjati, dan Kedunggalar.
“Untuk saat ini kebutuhan air bersih masyarakat masih kita cukupi melalui dropping air. Intensitasnya sekitar tiga sampai empat kali setiap hari, dengan bekerja sama dengan PMI, BBWS, dan komunitas,” ujar Yudha.
Menurut Yudha, BPBD Ngawi mulai mendistribusikan air bersih sejak 2 Agustus 2026. Hingga saat ini, petugas bersama pihak terkait telah melakukan 110 kali dropping dengan kapasitas tangki antara 5.000 hingga 6.000 liter setiap pengiriman.
Dari seluruh distribusi tersebut, total air bersih yang telah disalurkan kepada masyarakat terdampak mencapai sekitar 606.000 liter.
Yudha mengatakan kondisi kekeringan masih berpotensi berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau berlangsung pada Agustus hingga September, sedangkan musim hujan diperkirakan mulai datang sekitar November.
“Informasi dari BMKG, puncak musim kemarau terjadi pada bulan Agustus dan September. Sementara perkiraan musim hujan baru sekitar bulan November,” jelasnya.
Karena itu, BPBD Ngawi terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih. Petugas juga menyesuaikan distribusi air dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan kondisi di lapangan.
Pemerintah mengimbau warga di wilayah terdampak agar menggunakan air secara bijak. Warga juga diminta segera melaporkan apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih sehingga petugas dapat menindaklanjutinya.(And)










