Beranda / BERITA / PERISTIWA / Ibu Penderita Stroke di Ngawi Tewas dengan Luka di Kepala, Polisi Dalami Dugaan Penganiayaan Anak Kandung

Ibu Penderita Stroke di Ngawi Tewas dengan Luka di Kepala, Polisi Dalami Dugaan Penganiayaan Anak Kandung

Petugas kepolisian melakukan olah TKP di rumah korban di Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, usai penemuan seorang perempuan tewas dengan luka di kepala. (Dok.JurnalMediaNusa)

Ngawi (JurnalMediaNusa) – Warga Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, digegerkan dengan penemuan seorang perempuan yang tewas bersimbah darah di area kandang rumahnya, Kamis (6/8/2026). Korban diketahui bernama Karti (54), yang selama ini menderita stroke.

Korban pertama kali ditemukan suaminya, Suparno (61), sepulang dari sawah. Saat tiba di rumah, ia mendapati istrinya tergeletak di kandang dengan luka di bagian kepala dan mengeluarkan darah.

Suparno menduga pelaku penganiayaan merupakan anak kandung mereka, Dinik Nurbiyati (38), yang menurutnya mengalami depresi.

Petugas mengevakuasi jenazah korban ke RSUD dr. Soeroto Ngawi usai olah TKP di Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar. (Dok.JurnalMediaNusa)

“Saya pulang dari sawah, istri sudah tergeletak di kandang dengan kepala berdarah. Anak saya memang mengalami depresi,” ujar Suparno.

Menerima laporan tersebut, petugas Polsek Kedunggalar bersama Tim Inafis Polres Ngawi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga memeriksa sejumlah saksi serta mengamankan beberapa barang bukti.

Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Pras Ardinata, mengatakan hasil pemeriksaan awal menemukan luka pada bagian kepala korban yang diduga akibat benturan atau pukulan benda tumpul.

“Dari hasil pemeriksaan awal ditemukan luka di bagian kepala, tepatnya di belakang telinga, yang diduga akibat benturan atau pukulan benda tumpul. Kami juga mengamankan beberapa barang bukti berupa senjata tajam dan balok kayu. Saat ini terduga pelaku telah kami bawa ke RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan,” kata AKP Pras Ardinata.

Selanjutnya, petugas mengevakuasi jenazah korban ke kamar jenazah RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab kematian.

Hingga kini, Satreskrim Polres Ngawi masih mendalami motif dugaan pembunuhan tersebut. Selain menunggu hasil autopsi, penyidik juga menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan terhadap terduga pelaku sebagai bagian dari proses penyidikan. (And)

Like and Share
Tag: