Beranda / RAGAM / HIBURAN / Film Piye To Kih? Tayang 19 November 2026, Mukidi CS Hadirkan Komedi Jawa

Film Piye To Kih? Tayang 19 November 2026, Mukidi CS Hadirkan Komedi Jawa

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko (tengah) bersama para pemain film Piye To Kih? berinteraksi dengan penonton usai special screening di NSC Ngawi, Selasa (27/10/2026). (Dok. JurnalMediaNusa)

Ngawi (JurnalMediaNusa) — Film Piye To Kih? menyapa penonton melalui agenda Nobar Asik Ngawi dalam special screening di NSC Ngawi, Selasa (27/10/2026). Film produksi Miracle Pictures ini memadukan komedi khas Jawa, romansa, dan unsur supranatural dengan karakter Mukidi, Gendut, serta Penyok yang dikenal melalui Woko Channel.

Mengusung bahasa Jawa dan humor keseharian, film ini menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Di balik kelucuannya, Piye To Kih? juga menyisipkan pesan tentang perjuangan hidup, keikhlasan, pembenahan diri, serta pentingnya mempertahankan jati diri.

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, yang akrab disapa Antok, menilai film tersebut memadukan hiburan dengan pesan moral. Ia juga menyoroti pentingnya memberi ruang bagi karya kreatif yang mengangkat bahasa dan budaya daerah.

“Di balik komedi khas Woko Channel dalam film Piye To Kih? ada banyak pesan moral mendalam, khususnya tentang membenahi diri, keikhlasan, perjuangan hidup, dan mempertahankan jati diri. Ini karya kreatif daerah yang layak didukung,” ujar Antok.

Menurutnya, film dengan latar budaya lokal dapat menjadi salah satu media untuk memperkenalkan bahasa dan kehidupan masyarakat daerah kepada khalayak yang lebih luas.

Cast film Piye To Kih? memberikan sambutan saat special screening Nobar Asik Ngawi di NSC Ngawi, Selasa (27/10/2026). Film produksi Miracle Pictures ini dijadwalkan tayang 19 November 2026. (Dok. JurnalMediaNusa)

Roadshow di 17 Kota

Pemutaran khusus di Ngawi menjadi bagian dari rangkaian roadshow film Piye To Kih? di 17 kota menjelang penayangan nasional. Daerah yang masuk dalam agenda tersebut meliputi Semarang, Yogyakarta, Magelang, Solo, Sragen, Ngawi, Madiun, Ponorogo, Nganjuk, Kediri, Mojokerto, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Blitar, dan Tulungagung.

Selain cerita dan karakter, film ini juga diperkuat empat lagu karya musisi Lek Dahlan, yakni Piye To Kih? sebagai lagu utama, Sigaran Nyowo, Kelangan, dan Gemati.

Lek Dahlan mengatakan, proses pengerjaan keempat lagu tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Salah satu tantangannya adalah menerjemahkan kisah cinta antara manusia dan sosok dari alam berbeda ke dalam lirik yang mampu menyampaikan emosi cerita.

Ia mengaku sempat kurang percaya diri karena hampir empat tahun vakum dari industri musik. Meski demikian, ia berharap lagu-lagu tersebut dapat memperkuat suasana dan dinamika emosi dalam film.

“Kami berharap musik ini mampu memperkuat dinamika emosi penonton,” ujar Lek Dahlan.

Film Piye To Kih? dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 19 November 2026. Perpaduan humor Jawa, romansa beda alam, karakter Mukidi CS, dan musik menjadi unsur utama yang ditawarkan kepada penonton.(Rek)

Like and Share
Tag: