Tumpukan gas LPG 3 kg (gas melon) di pangkalan Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi. (Dok.JurnalMediaNusa)
Ngawi (JurnalMediaNusa) – Sidak yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama Forkopimda ke sejumlah pangkalan LPG pada Senin (15/3) belum berdampak signifikan terhadap ketersediaan gas bersubsidi di lapangan. Hingga kini, LPG 3 kilogram atau gas melon masih langka di tingkat pengecer.
Pemerintah daerah sebelumnya menargetkan distribusi LPG kembali normal menjelang Hari Raya Idul Fitri. Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono juga menegaskan komitmen menjaga stabilitas pasokan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi saat permintaan meningkat.
Namun, kondisi riil di lapangan menunjukkan hal berbeda. Warga di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Paron dan Kedunggalar, masih kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram. Selain stok kosong di banyak pengecer, harga jual juga melonjak tajam.
Di beberapa titik, harga LPG bahkan mencapai Rp35 ribu per tabung. Angka tersebut jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Sudah keliling ke beberapa tempat, tapi tetap kosong. Ada yang jual, tapi harganya mahal,” ujar salah satu warga Paron.
Kelangkaan ini diduga terjadi akibat tersendatnya distribusi di tingkat bawah. Meskipun stok dinyatakan aman di agen dan pangkalan, pasokan tidak mengalir secara merata hingga ke pengecer.
Selain itu, kondisi ini juga memicu dugaan adanya praktik permainan distribusi. Oknum tertentu disinyalir memanfaatkan momentum tingginya permintaan menjelang Lebaran untuk menahan pasokan atau menjual di atas harga ketentuan.
Akibatnya, masyarakat menjadi pihak paling terdampak. Warga harus mengeluarkan biaya lebih tinggi atau bahkan kesulitan mendapatkan LPG untuk kebutuhan sehari-hari.
Situasi ini berbanding terbalik dengan hasil sidak yang sebelumnya digadang mampu menstabilkan pasokan. Fakta di lapangan justru memperlihatkan lemahnya pengawasan distribusi hingga ke level pengecer.
Karena itu, pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum perlu segera mengambil langkah tegas. Pengawasan distribusi harus diperketat, sekaligus menindak oknum yang terbukti melanggar aturan.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab pasti kelangkaan serta lonjakan harga LPG 3 kilogram di Kabupaten Ngawi.(Rek)










